Di tengah kemeriahan rangkaian kegiatan TrenQU Ramadhan, sebuah momen mengharukan muncul dengan kehadiran seorang peserta berusia 88 tahun. Ibu tersebut, sebagai peserta tertua, telah membuktikan bahwa semangat belajar dan beribadah tidak mengenal batas usia. Usianya mungkin sudah senja, namun semangatnya tetap membara. Ibu Hj. Zakiar Husin, seorang pensiunan kepala sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN), kembali menunjukkan dedikasinya dalam menuntut ilmu dan beribadah dengan menjadi peserta tertua di TrenQU Ramadhan tahun ini. Para peserta memanggilnya dengan sebutan “Nenek”.
Setiap tahunnya, beliau selalu hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan TrenQU Ramadhan, sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman spiritual para pesertanya. Kehadiran beliau tidak hanya menjadi teladan bagi peserta lainnya, tetapi juga menegaskan bahwa usia bukanlah halangan untuk terus belajar dan berkontribusi dalam kegiatan keagamaan.
Semangat dan dedikasi Ibu Hj. Zakiar Husin menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan beribadah, tanpa memandang usia. Sebenarnya ini bukan tentang siapa yang lebih tua, bukan tentang usia, tapi tentang semangat yang senantiasa ada pada nenek kita. Semangat untuk terus berpuasa, Semangat bertilawah juga ibadah lainnya.
Alhamdulillah, Allah titip 2 (dua) pasang Permata Hati, satu diantaranya berkilau indah lantaran dititipkan sebuah amanah, yang dengannya beliau dapat bersinar lebih terang, memberi kehangatan pada seluruh warga kota, beliaulah Abi Ibnu Asis Wakil Walikota Bukittinggi saat ini. Permata Hati yang begitu tulus menambatkan kehormatan dan kasih sayang kepada Ibunda, Betapa Indahnya Senja saat berteman Semangat dan rasa Syukur yang tiada kira.
Seperti senja, keberadaan Nenek, memberikan warna yang indah khas jingga, senja yang menghangatkan jiwa, dan senja yang selalu membuat orang terpukau lagi terpana melihatnya. Sungguh, ini sangat Luar Biasa, karena sejatinya ini bukanlah tentang Indahnya Senja namun melebihi memukaunya Senja dengan Jingganya
Dalam sambutannya, panitia acara mengungkapkan kekaguman atas dedikasi dan antusiasme beliau yang tidak surut meski usianya sudah menginjak angka 88. “Kehadiran beliau membuktikan bahwa semangat dan keimanan tidak terbatas oleh usia. Ia adalah contoh nyata bahwa setiap momen adalah kesempatan untuk belajar dan berbagi,” ujar kak siti.
Ibu tersebut juga mengaku bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini merupakan wujud kecintaannya kepada agama dan keinginan untuk selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat. “Walaupun usia sudah lanjut, saya merasa diberi kekuatan untuk terus belajar dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Semoga dengan kehadiran saya, generasi muda juga semakin semangat untuk terus mengamalkan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya dengan tulus.
Panitia berharap kehadiran beliau dapat menjadi motivasi untuk semua, agar selalu menjaga semangat dalam mencari ilmu dan menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, TrenQU Ramadhan tahun ini tidak hanya sukses menyuguhkan rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga memperlihatkan bahwa keberagaman usia merupakan kekayaan tersendiri dalam menciptakan kebersamaan dan inspirasi.
Doakan kami ya Nek, Semoga kami bisa mewarisi Nyala Semangat Nenek…
Barakallahu fiik, Nenek
